{"id":13121,"date":"2026-09-27T10:37:26","date_gmt":"2026-09-27T03:37:26","guid":{"rendered":"https:\/\/instaglam.clinic\/?p=13121"},"modified":"2026-10-09T13:56:27","modified_gmt":"2026-10-09T06:56:27","slug":"blepharoplasty-bekas-luka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/","title":{"rendered":"Bekas Luka Blepharoplasty dan Proses Penyembuhannya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Blepharoplasty bekas luka<\/strong> menjadi salah satu kekhawatiran pasien sebelum operasi kelopak mata. Setiap prosedur bedah yang menggunakan sayatan akan meninggalkan proses penyembuhan jaringan, tetapi lokasi sayatan biasanya direncanakan agar mengikuti lipatan alami kelopak atau berada pada area yang lebih tersamar.<\/p>\n<p>Bekas luka tidak langsung menunjukkan hasil akhir pada minggu-minggu pertama. Warna, ketebalan, dan teksturnya dapat berubah seiring proses pematangan jaringan. Hasil juga berbeda pada setiap pasien karena dipengaruhi jenis kulit, genetik, teknik operasi, perawatan luka, dan kebiasaan seperti merokok atau paparan matahari.<\/p>\n<h2>Di Mana Bekas Luka Blepharoplasty Biasanya Berada<\/h2>\n<p>Pada upper blepharoplasty, sayatan biasanya direncanakan mengikuti lipatan alami kelopak atas agar lebih tersamar saat mata terbuka. Pada lower blepharoplasty, lokasi sayatan dapat berada dekat garis bulu mata atau melalui bagian dalam kelopak, tergantung teknik dan target tindakan.<\/p>\n<p>Lokasi sayatan tidak dapat dipilih hanya berdasarkan preferensi estetika. Dokter mempertimbangkan jumlah kulit, posisi lemak, kondisi kelopak, dan tujuan operasi.<\/p>\n<h2>Bagaimana Bekas Luka Berubah Setelah Operasi<\/h2>\n<p>Pada fase awal, garis sayatan dapat tampak merah muda, lebih gelap, atau sedikit menonjol. Kondisi ini dapat menjadi bagian dari proses penyembuhan normal.<\/p>\n<p>Seiring waktu, jaringan mengalami remodeling. Warna dan ketebalan biasanya berubah bertahap, tetapi kecepatan pematangan berbeda pada setiap orang.<\/p>\n<h2>Faktor yang Mempengaruhi Tampilan Bekas Luka<\/h2>\n<h3>Jenis kulit dan faktor genetik<\/h3>\n<p>Sebagian orang lebih mudah membentuk scar yang menonjol atau pigmentasi setelah luka. Riwayat bekas luka pada operasi sebelumnya dapat menjadi informasi penting saat konsultasi.<\/p>\n<h3>Teknik operasi<\/h3>\n<p>Penempatan sayatan, penanganan jaringan, dan teknik penutupan luka dapat memengaruhi proses penyembuhan.<\/p>\n<h3>Paparan matahari<\/h3>\n<p>Ultraviolet dapat membuat bekas luka menjadi lebih gelap. Proteksi matahari pada area sekitar mata penting setelah luka cukup pulih dan sesuai arahan dokter.<\/p>\n<h3>Merokok<\/h3>\n<p>Merokok dapat memengaruhi aliran darah dan proses penyembuhan jaringan. Dokter dapat memberikan instruksi mengenai penghentian rokok sebelum dan setelah operasi.<\/p>\n<h3>Perawatan luka<\/h3>\n<p>Kebersihan, penggunaan obat atau salep sesuai instruksi, dan menghindari gesekan berlebihan membantu proses penyembuhan.<\/p>\n<h2>Apakah Bekas Luka Blepharoplasty Bisa Hilang Sepenuhnya<\/h2>\n<p>Tidak ada operasi yang benar-benar tanpa bekas luka. Tujuan perencanaan adalah membuat sayatan berada pada lokasi yang dapat tersamar dan mendukung penyembuhan yang baik.<\/p>\n<p>Pada sebagian pasien, garis bekas luka dapat menjadi sangat samar seiring waktu. Pada pasien lain, warna atau tekstur dapat tetap lebih terlihat. Hasil tidak dapat dijamin sama pada semua orang.<\/p>\n<h2>Kapan Bekas Luka Mulai Tampak Lebih Samar<\/h2>\n<p>Pematangan scar berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan. Perubahan biasanya tidak selesai hanya dalam beberapa hari.<\/p>\n<p>Pasien sebaiknya tidak menilai hasil akhir terlalu cepat. Kontrol membantu dokter memantau luka dan menentukan apakah perawatan tambahan diperlukan.<\/p>\n<h2>Bagaimana Merawat Bekas Luka Blepharoplasty<\/h2>\n<p>Ikuti instruksi dokter mengenai kebersihan, salep, obat, dan kapan area boleh terkena skincare atau makeup. Jangan mengoleskan produk aktif pada sayatan yang belum pulih.<\/p>\n<p>Hindari menarik kerak, menggosok mata, atau memijat bekas luka tanpa arahan. Penggunaan produk scar tertentu sebaiknya dilakukan setelah dokter memastikan luka sudah cukup tertutup.<\/p>\n<h2>Apakah Silicone Gel Bisa Digunakan<\/h2>\n<p>Produk berbasis silikon sering digunakan pada berbagai jenis scar, tetapi waktu dan kesesuaiannya pada kelopak mata perlu ditentukan dokter karena area mata sangat sensitif.<\/p>\n<p>Jangan menggunakan produk dekat mata tanpa memastikan petunjuk dan keamanan penggunaannya.<\/p>\n<h2>Kapan Bekas Luka Perlu Diperiksa<\/h2>\n<p>Hubungi dokter bila luka semakin merah, nyeri memburuk, mengeluarkan cairan, terbuka kembali, atau menunjukkan tanda infeksi. Scar yang semakin menonjol atau terasa sangat gatal juga dapat dievaluasi.<\/p>\n<p>Asimetri atau tarikan yang memengaruhi posisi kelopak perlu diperiksa, terutama bila mengganggu kemampuan menutup mata.<\/p>\n<h2>FAQ Blepharoplasty Bekas Luka<\/h2>\n<h3>Apakah blepharoplasty meninggalkan bekas luka<\/h3>\n<p>Ya, karena operasi menggunakan sayatan. Lokasinya direncanakan agar lebih tersamar.<\/p>\n<h3>Berapa lama bekas luka memudar<\/h3>\n<p>Proses pematangan dapat berlangsung beberapa minggu hingga bulan dan berbeda pada setiap pasien.<\/p>\n<h3>Apakah bekas luka bisa menjadi keloid<\/h3>\n<p>Kecenderungan scar menonjol dipengaruhi faktor individual dan lokasi. Riwayat keloid perlu disampaikan kepada dokter.<\/p>\n<h3>Apakah boleh memakai makeup di atas bekas luka<\/h3>\n<p>Gunakan makeup setelah dokter menilai luka cukup pulih.<\/p>\n<h3>Apakah bekas luka bisa dihilangkan dengan laser<\/h3>\n<p>Treatment tambahan dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu setelah evaluasi, tetapi tidak semua scar memerlukan laser.<\/p>\n<h2>Kontrol Bekas Luka Blepharoplasty di Instaglam Clinic<\/h2>\n<p>Blepharoplasty bekas luka perlu dinilai sebagai bagian dari proses penyembuhan, bukan hanya tampilan pada fase awal. Konsultasi dan kontrol di Instaglam Clinic dapat membantu memantau luka, posisi kelopak, dan pematangan scar.<\/p>\n<p>Hasil dapat berbeda pada setiap pasien dan perawatan tambahan sebaiknya ditentukan berdasarkan pemeriksaan dokter.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bekas luka blepharoplasty berubah bertahap selama penyembuhan. Pelajari lokasi sayatan, faktor yang memengaruhi scar, perawatan, dan kapan perlu kontrol.<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":13131,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[208],"tags":[356,305,307,334,357],"class_list":["post-13121","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eye-treatment","tag-bekas-luka-blepharoplasty","tag-blepharoplasty","tag-eye-treatment","tag-operasi-kelopak-mata","tag-scar-treatment"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bekas Luka Blepharoplasty dan Proses Penyembuhannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari bekas luka blepharoplasty, lokasi sayatan, faktor penyembuhan, perawatan scar, dan kapan perlu kontrol ke dokter.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bekas Luka Blepharoplasty dan Proses Penyembuhannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari bekas luka blepharoplasty, lokasi sayatan, faktor penyembuhan, perawatan scar, dan kapan perlu kontrol ke dokter.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Instaglam Klinik Artikel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-27T03:37:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-09T06:56:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/40-blepharoplasty-bekas-luka.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"dr. Instaglam\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"dr. Instaglam\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"dr. Instaglam\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c10176f20f911dbf818dc01e44906b4\"},\"headline\":\"Bekas Luka Blepharoplasty dan Proses Penyembuhannya\",\"datePublished\":\"2026-09-27T03:37:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-09T06:56:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/\"},\"wordCount\":701,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/40-blepharoplasty-bekas-luka.webp\",\"keywords\":[\"Bekas Luka Blepharoplasty\",\"Blepharoplasty\",\"Eye Treatment\",\"Operasi Kelopak Mata\",\"Scar Treatment\"],\"articleSection\":[\"Eye Treatment\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/\",\"name\":\"Bekas Luka Blepharoplasty dan Proses Penyembuhannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/40-blepharoplasty-bekas-luka.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-27T03:37:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-09T06:56:27+00:00\",\"description\":\"Pelajari bekas luka blepharoplasty, lokasi sayatan, faktor penyembuhan, perawatan scar, dan kapan perlu kontrol ke dokter.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/40-blepharoplasty-bekas-luka.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/40-blepharoplasty-bekas-luka.webp\",\"width\":1200,\"height\":675},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/blepharoplasty-bekas-luka\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bekas Luka Blepharoplasty dan Proses Penyembuhannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/\",\"name\":\"Instaglam Klinik Artikel\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/#organization\",\"name\":\"Instaglam Klinik Artikel\",\"url\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-logo-01-removebg-preview-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-logo-01-removebg-preview-1.png\",\"width\":847,\"height\":294,\"caption\":\"Instaglam Klinik Artikel\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c10176f20f911dbf818dc01e44906b4\",\"name\":\"dr. Instaglam\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b31ca9edd54a0aa09b823731aabd7e47d81050df2b53d527d6ecadf8943cab30?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b31ca9edd54a0aa09b823731aabd7e47d81050df2b53d527d6ecadf8943cab30?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b31ca9edd54a0aa09b823731aabd7e47d81050df2b53d527d6ecadf8943cab30?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"dr. Instaglam\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/instaglam.clinic\\\/artikel\\\/author\\\/afdal\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bekas Luka Blepharoplasty dan Proses Penyembuhannya","description":"Pelajari bekas luka blepharoplasty, lokasi sayatan, faktor penyembuhan, perawatan scar, dan kapan perlu kontrol ke dokter.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bekas Luka Blepharoplasty dan Proses Penyembuhannya","og_description":"Pelajari bekas luka blepharoplasty, lokasi sayatan, faktor penyembuhan, perawatan scar, dan kapan perlu kontrol ke dokter.","og_url":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/","og_site_name":"Instaglam Klinik Artikel","article_published_time":"2026-09-27T03:37:26+00:00","article_modified_time":"2026-10-09T06:56:27+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/40-blepharoplasty-bekas-luka.webp","type":"image\/webp"}],"author":"dr. Instaglam","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"dr. Instaglam","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/"},"author":{"name":"dr. Instaglam","@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/#\/schema\/person\/3c10176f20f911dbf818dc01e44906b4"},"headline":"Bekas Luka Blepharoplasty dan Proses Penyembuhannya","datePublished":"2026-09-27T03:37:26+00:00","dateModified":"2026-10-09T06:56:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/"},"wordCount":701,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/40-blepharoplasty-bekas-luka.webp","keywords":["Bekas Luka Blepharoplasty","Blepharoplasty","Eye Treatment","Operasi Kelopak Mata","Scar Treatment"],"articleSection":["Eye Treatment"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/","url":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/","name":"Bekas Luka Blepharoplasty dan Proses Penyembuhannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/40-blepharoplasty-bekas-luka.webp","datePublished":"2026-09-27T03:37:26+00:00","dateModified":"2026-10-09T06:56:27+00:00","description":"Pelajari bekas luka blepharoplasty, lokasi sayatan, faktor penyembuhan, perawatan scar, dan kapan perlu kontrol ke dokter.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/#primaryimage","url":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/40-blepharoplasty-bekas-luka.webp","contentUrl":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/40-blepharoplasty-bekas-luka.webp","width":1200,"height":675},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/blepharoplasty-bekas-luka\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bekas Luka Blepharoplasty dan Proses Penyembuhannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/#website","url":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/","name":"Instaglam Klinik Artikel","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/#organization","name":"Instaglam Klinik Artikel","url":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-logo-01-removebg-preview-1.png","contentUrl":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-logo-01-removebg-preview-1.png","width":847,"height":294,"caption":"Instaglam Klinik Artikel"},"image":{"@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/#\/schema\/person\/3c10176f20f911dbf818dc01e44906b4","name":"dr. Instaglam","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b31ca9edd54a0aa09b823731aabd7e47d81050df2b53d527d6ecadf8943cab30?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b31ca9edd54a0aa09b823731aabd7e47d81050df2b53d527d6ecadf8943cab30?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b31ca9edd54a0aa09b823731aabd7e47d81050df2b53d527d6ecadf8943cab30?s=96&d=mm&r=g","caption":"dr. Instaglam"},"url":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/author\/afdal\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13121","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13121"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13121\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13152,"href":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13121\/revisions\/13152"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13121"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13121"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/instaglam.clinic\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13121"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}