Logo Instaglam clinic

Selulit Penyebab Gejala dan Cara Mengatasinya

Png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAABAAAAAIuAQMAAAAbpei8AAAAA1BMVEUAAACnej3aAAAAAXRSTlMAQObYZgAAAFtJREFUGBntwQEBAAAAgqD+r3ZIwAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAOBeGT0AAbMNKF4AAAAASUVORK5CYII=

KONTENT:

Apa itu cellulite?

Cellulite merupakan perubahan tekstur kulit yang terlihat sebagai lesung pipit atau nodularitas yang sering diperbandingkan dengan kulit jeruk. Kondisi ini muncul ketika lemak subkutan menyembut ke dalam lapisan dermis melalui jaringan ikat fibrosa yang mengeras, menyebabkan permukaan kulit menjadi tidak rata. Penampilan cellulite paling sering terlihat pada daerah paha, bokong, perut, lengan bagian atas dan pinggul. Meskipun tidak berbahaya, banyak orang mencari cara untuk mengurangkannya karena alasan estetika.

Berdasarkan penjelasan dari berbagai sumber, cellulite bisa diklasifikasikan menjadi beberapa tingkat yaitu ringan, sedang dan berat tergantung pada ketebalan lesak dan jumlah nodularitas yang terlihat. Pada stadium ringan, perubahan hanya terlihat ketika ketikan menekan kulit, sementara pada stadium berat, lesak terlihat jelas bahkan dalam posisi berdiri.

Apa bedanya selulit dan stretch mark?

Meskipun keduanya terkait dengan perubahan kulit, selulit dan stretch mark memiliki mekanisme serta ciri khas yang berbeda. Selulit disebabkan oleh penyembutan lemak subkutan melalui jaringan ikat yang mengakibatkan tekstur berlesung, sementara stretch mark (striae) adalah garis atau garis panjang yang terjadi ketika kulit meregang lebih dari kapasitas elastin dan kolagen-nya, biasanya karena pertumbuhan cepat, kehamilan, atau fluktuasi berat badan yang drastis.

Stretch mark biasanya berwarna merah, ungu atau coklat saat baru terbentuk dan akan memerah menjadi putih atau kelihatan seperti bekas luka ketika sudah lama. Cellulite tidak berubah warna secara signifikan dan lebih berfokus pada ketidakrataan permukaan kulit daripada garis garis linéar. Penanganan keduanya juga berbeda; stretch mark sering perlu terapi laser atau mikrodermabrasion untuk meredakan warna, sementara cellulite lebih responsif terhadap peredaran darah, pemassatan, dan terapi yang menargetkan lemak subkutan.

Mengapa ada selulit?

Timbulnya cellulite dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, hormonal, gaya hidup, dan struktur anatomi kulit. Hormon estrogen dianggap memainkan peran penting karena mengganggu aliran darah dan meningkatkan penyimpanan lemak di daerah paha dan bokong, yang merupakan lokasi utama cellulite. Selain itu, ketidakseimbangan antara kolagen dan elastin dalam jaringan ikat menyebabkan serat serat menjadi kaku dan tidak mampu menahan lemak yang ada di bawahnya.

Faktor gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisika, diet tinggi lemak jenuh dan gula, serta merokok dapat memperparah kondisi tersebut karena mengganggu metabolisme lemak dan menurunkan produksi kolagen. Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan indeks massa tubuh lebih tinggi cenderung memiliki prevalensi cellulite yang lebih besar, walaupun cellulite juga dapat muncul pada orang dengan berat badan normal karena predisposisi genetik.

Gejala dan Diagnosis Selulit

Gejala utama cellulite adalah tampilan kulit yang berlesung, bergelombang, dan tidak rata yang terasa lebih keras ketika disentuh. Dalam beberapa kasus, terdapat rasa ringan nyeri atau ketidaknyamanan bila area tersebut mengalami tekanan panjang. Diagnosa biasanya dilakukan melalui pemeriksaan visual dan palpasi oleh dokter kulit atau ahli estetika; tidak diperlukan pemeriksaan laboratorium khusus karena cellulite merupakan kondisi klinis yang dapat diidentifikasi langsung.

Pengobatan dan Cara Menghilangkan Selulit

Ada berbagai pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi tampilan cellulite, mulai dari perubahan gaya hidup hingga prosedur medis. Langkah pertama yang paling efektif adalah peningkatan aktivitas fisika, khususnya latihan kardio dan latihan kekuatan yang fokus pada otot paha, bokong, dan perut. Latihan ini membantu membakar lemak subkutan dan meningkatkan tonus otot sehingga lapisan kulit terlihat lebih rata.

Selain olahraga, diet seimbang yang mengurangi asupan lemak jenuh, gula refined, dan meningkatkan konsumsi serat, buah, serta sayuran dapat membantu mengurangi akumulasi lemak. Konsumsi air yang cukup juga penting untuk menjaga hidratasi kulit dan mendukung eliminasi toxin melalui limfa.

Terapi topical yang mengandung kafein, retinol, atau peptida telah menunjukkan hasil modest dalam memperketat kulit dan meningkatkan mikroedaransi. Pemassatan dengan teknik lymphatic drainage atau menggunakan alat seperti rol gigi dapat membantu mengalirkan limfa dan mengurangi pembengkakan yang memperburuk tampilan lesak.

Untuk hasil yang lebih signifikan, beberapa klinik menawarkan prosedur seperti laser terapi, radiofrekuensi, ultrasound terapi, dan subcision. Laser dan radiofrekuensi bekerja dengan memanaskan lapisan dermis untuk memicu produksi kolagen baru, sementara ultrasound fokus pada pemecahan lemak subkutan tanpa merusak kulit atas. Subcision adalah prosedur minim invasif yang melibatkan pemotongan serat ikat yang menarik lemak ke atas, sehingga mengurangi lesak.

Pemilihan metode terbaik harus disesuaikan dengan kondisi individu, budget, dan harapan hasil. Konsultasi dengan dokter kulit atau spesialis estetika akan membantu menentukan kombinasi terapi yang paling sesuai.

Tips Pencegahan Selulit pada Sehari-hari

Mencegah penyebaran atau parahnya cellulite dapat dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari yang sederhana. Hindari posisi duduk atau berdiri dalam waktu lama tanpa gerakan, karena ini dapat menghambat aliran limfa dan darah. Istirahat aktif dengan jalan kaki atau peregangan ringan setiap jam akan membantu mengedarkan kembali cairan tubuh.

Menggunakan keringat saat olahraga atau sauna dapat membantu mengeluarkan berat air dan beberapa metabolite melalui kelenjar keringat. Selalu memilih pakaian yang tidak terlalu tepat pada daerah yang rentan cellulite agar tidak menghambat sirkulasi darah.

Terakhir, menjaga berat badan stabil melalui pola makan dan olahraga teratur tidak hanya mengurangi risiko cellulite tetapi juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Post a comment